Blora – Polres Blora melalui Polsek Blora mengamankan pertemuan antara Pemkab Blora bersama Bulog, PG GMM, APTRI, dan LSM FBS di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jl. Alun-alun No. 2 Kelurahan Kunden, Kamis, 28 Mei 2026 pukul 16.10 WIB hingga 17.30 WIB.
Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H. menyampaikan, pertemuan dipimpin Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si. dan dihadiri Direktur Pemasaran Pusat Bulog Bapak Rahmanto, Pimpinan Bulog Jateng Ibu Sri Minarti, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., serta jajaran Forkopimda dan perwakilan petani tebu.
“Fokus pertemuan membahas kondisi PG GMM yang tahun ini tidak giling, sehingga 8.000 hektar tebu milik petani di Blora belum terserap. Pemkab Blora mendorong adanya solusi konkret agar kejadian tahun lalu tidak terulang,” terang Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H.
Ketua APTRI Kab. Blora Drs. Sunoto menyampaikan tuntutan petani agar Bulog memenuhi janji pembelian tebu PG GMM, mengganti manajemen, dan memperbaiki operasional pabrik. Rencana aksi besar-besaran dijadwalkan 1 Juni 2026 pukul 09.00 WIB di PG GMM Desa Tinapan, Kecamatan Todanan.
Sementara Direktur Pemasaran Bulog Rahmanto menyatakan pihaknya sudah menampung 3 tuntutan petani dan masih berproses karena semua keputusan perlu persetujuan. Bulog juga berharap aksi demo tidak dilakukan agar proses realisasi pembelian tebu tidak terganggu. Sebagai alternatif, PG Rendeng Kudus menyatakan siap menampung tebu petani Blora sekitar 2.000 hektar dengan sistem bagi hasil dan harga Rp15.500.
AKP Midiyono menambahkan, Polres Blora berkomitmen menjaga keamanan dan kondusifitas. “Kami mengajak semua pihak berdialog secara damai. Personel pengamanan telah disiapkan untuk mengantisipasi kegiatan tanggal 1 Juni mendatang,” ujarnya.









